Rabu, 01 Mei 2013

assesmen kinerja dan assesmen portofolio


 “ Asesment Kinerja “

A.      Pengertian Asesmen Kinerja
Ø Penilaian Unjuk Kerja (performance assessment) atau asesmen kinerja merupakan penilaian dengan berbagai macam tugas dan situasi dimana peserta tes di minta untuk mendemonstrasikan pemahamannya dan mengaplikasikan pengetahuan yang mendalam serta ketrampilan dalam berbagai konteks. Mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. (Abdul Majid, Op. Cit.,h.200)
Ø Asesmen Kinerja yaitu penilaian terhadap proses perolehan penerapan pengetahuan dan ketrampilan melalui proses pembelajaran yang menunujukkan kemampuan siswa dala proses dan produk.(Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd)

B.               Karakteristik dan Kriteria Penilaian Kinerja (performance assessment)
Ø Karakteristik penilaian kinerja menurut Norman (dalam Siti Mahmudah, 2000:18) adalah (1) tugas-tugas yang diberikan lebih realistis atau nyata; (2) tugas-tugas yang diberikan lebih kompleks sehingga mendorong siswa untuk berpikir dan ada kemungkinan mempunyai solusi yang banyak; (3) waktu yang diberikan untuk asesmen lebih banyak; (4) dalam penilaiannya lebih banyak menggunakan pertimbangan.
Ø Kriteria Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja digunakan untuk menilai kemampuan siswa melalui penugasan (task). Dalam  menilai kinerja siswa tersebut, perlu disusun kriteria. Kriteria yang menyeluruh disebut rubric. Dengan demikian wujud asesmen kinerja yang utama adalah task (tugas) dan rubrics (kriteria penilaian). Tugas-tugas kinerja digunakan untuk memperlihatkan kemampuan siswa dalam melakukan suatu keterampilan tentang sesuatu dalam bentuk nyata. Selanjutnya rubrik digunakan untuk memberikan keterangan tentang hasil yang diperoleh siswa (Zainul, 2001:9-11).
C.      Pengembangan Asesmen Kinerja
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1)   Fase satu : mendefinisikan kinerja
Pada tahap ini di tentukan jenis kinerja apa yang ingin di nilai. Misalnya kemampuan menggunakan mikroskop dapat di urai menjadi : membawa mikroskop dengan benar, menggunakan lensa dengan pembesaran kecil terlebih dahulu, mengatur pencahayaan, memasang preparat, dan memfokuskan bayangan benda.
2)   Fase kedua : mendesain latihan – latihan kinerja
Setelah kinerja yang akan di nilai di tentukan tahap berikutnya adalah menyediakan pembelajaran yang memungkinkan aspek kinerja yang akan di nilai dapat muncul. Misalnya guru akan menilai kemampuan menggunakan mikroskop , maka KMB yang di persiapkan adalah praktikum dengan menggunakan mikroskop.
3)   Fase ketiga : melakukan penskoran dan perekaman / pencatatan hasil.

D.      Prinsip Asesmen Kinerja
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1)   Lebih di tekankan pada proses ketrampilan dan kecakapan dalam menyelesaikan tugas yang di berikan.

E.       Langkah – langkah dari Asesmen Kinerja
Ø Menurut Departement Pendidikan Nasional tahun 2004 dalam buku berjudul Pedoman Penilaian Kinerja bahwa langkah – langkah asesmen kinerja sebagai berikut :
1)   Mengidentifikasi terhadap langkah – langkah yang penting yang di perlukan akan mempengaruhi hasil akhir ( output ).
2)   Menuliskan perilaku kemampuan spesifik yang penting dan di perlukan untuk menyelesaikan tugas akhir ( output ).
3)   Membuat kriteria – kriteria kemampuan yang dapat di ukur selama kegiatan belajar berlangsung, tetapi tidak terlalu banyak.
4)   Urutkan kriteria kemampuan yang akan di ukur berdasarkan urutan yang dapat di amati.
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd cara melaksanakan asesmen kinerja, dapat di kelompokkan sebagai berikut :
1)   Asesmen kinerja klasikal di gunakan untuk mengakses kinerja siswa secara keseluruhan dalam satu kelas.
2)   Asesmen kinerja kelompok untuk mengakses kinerja siswa secara berkelompok.
3)   Asesmen kinerja individu untuk mengakses kinerja siswa secara individu.

F.       Teknik Asesmen Kinerja
Penilaian unjuk kerja atau asesmen kinerja dapat di lakukan dengan menggunakan daftar cek (ya-tidak/benar-salah). Penilaian unjuk kerja atau asesmen kinerja yang menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat nilai bila criteria penguasaan kompetensi tertentu dapat di amati oleh penilai. Penilaian unjuk kerja bisa menggunakan angka 1 – 10. Bila kinerja yang di harapkan dapat di lakukan oleh siswa maka guru dapat melingkari angka 10. Jika siswa tidak melakukan kegiatan secara sempurna, maka guru bisa saja melingkari angka di bawah 10.  

G.      Kelebihan & Kekurangan Asesmen Kinerja
Kelebihan :
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1)   Melibatkan aktivitas siswa yang membutuhkan unjuk ketrampilan tertentu dan atau pencipta hasil yang telah di tentukan.
2)   Tidak hanya bergantung pada jawaban benar / salah. Guru dalam rangka melakukan pertimbangan – pertimbangan subyektif berkenaan dengan level prestasi yang di capai siswa.
3)   Asesmen ini semata – mata merupakan alat yang memberikan cara – cara efisisen dan efektif untuk menilai beberapa ( bukan keseluruhan ) hasil – hasil dari proses pendidikan yang di pandang berguna.
Kekurangan :
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1)   Memungkinkan guru mengamati siswa saat siswa sedang bekerja atau melakukan tugas belajar.
2)   Guru dapat menguji hasil – hasil yang dapat di capai, serta menilai (judge) tingkat penguasaan / kecakapan yang di capai siswa.
3)   Asesmen kinerja bersifat lugas ( fleksibilitas ) dalam mengembangkan bagian – bagiannya, tetapi ada yang perlu di perhatikan yaitu ketika meninjau faktor – faktor konteks dalam rangka pengambilan keputusan tentang kapan mengadopsi metoda – metoda asesmen kinerja.
4)   Penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak misalnya benar – salah, dapat di amati – tidak dapat di amati.

H.      Contoh Asesment Kinerja
Penilaian ini cocok di gunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti : praktik di laboratorium, praktik shalat, haji, eudhu, imam, azan, bermain peran, dan lain sebagainya. (Abdul Majid, Op. Cit.,h.200)

Contoh penilaian Lembaran Kinerja Shalat
No
Kriteria Unjuk Kerja
Kemunculan Kriteria
Benar
Salah
1
Niat Shalat


2
Gerakan Shalat


3
Bacaan Shalat


4
Rukun Shalat









Contoh Lembaran Penilaian Kinerja Memandikan Jenazah
No
Kriteria Unjuk Kerja
Kemunculan Kriteria
Ya
Tidak
1
Di mandikan oleh muhrim/sejenis


2
Memandikan di tempat yang tertutup


3
Membersihkan seluruh kotoran


4
Memandikan dengan air yang suci


5
Mendahulukan yang kanan


6
Menggosok tempet – tempat yang sulit


7
Mewudhukan



Ø  Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd
Penilian ini cocok di gunakan untuk menggambarkan proses, kegiatan atau unjuk kerja. Proses , kegiatan atau unjuk kerja di nilai melalui pengamatan terhadap siswa ketika melakukannya.


“ Asesmen Portofolio “

A.      Pengertian Asesmen Portofolio
Ø Portofolio merupakan kumpulan hasil kerja siswa. Hasil kerja itu sering disebut artefak. Artefak – artefak itu di hasilkan dari pengalaman belajar atau proses pembelajaran siswa dalam periode waktu tertentu. Artefak – artefak itu di seleksi dan di susun menjadi satu porto-folio. (Menurut Departemen Pendidikan Nasional tahun 2004 dalam buku berjudul Pedoman Penilaian Portofolio)
Ø Portofolio atau berkas pilihan yang dapat memberikan informasi bagi suatu penilaian. Dengan kata lain portofolio adalah suatu koleksi pribadi hasil pekerjaan seorang siswa (bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut (Menurut Abdul Majid,Op.Cit.,h.201 ).
Ø Asesmen portofolio merupakan asesmen otentik yang menggambarkan kemajuan belajara siswa dengan bukti – bukti yang di seleksi bersama oleh siswa dan guru. Bukti – bukti yang di kumpulkan dalam portofolio merupakan hasil seleksi bersama antara siswa dan guru yang di anggap karya terbaik dan berarti bagi siswa. (Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd)

B.       Jenis Penilaian Portofolio
Ø Menurut Cole, Ryan, and Kick (1995) portofolio dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
1.    Portofolio proses, yaitu jenis portofolio yang menunjukan tahapan belajar dan menyajikan catatan perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu. Portofolio proses menunjukan kegiatan pembelajaran untuk mecapai standar kompetensi, kompetensi dasar, dan sekumpulan indikator yang dituntut oleh kurikulum, serta menunjukan semua hasil dari awal sampai akhir dalam kurun waktu tertentu.
2.    Protofolio produk, yaitu jenis penilaian portofolio yang hanya menekankan pada penguasaan (materi) dari tugas yang dituntut dalam standar kompetensi, kompetensi dasar, dan sekumpulan indikator pencapaian hasil belajar, serta hanya menunjukan evidence yang paling baik, tanpa memperhatikan bagaimana dan kapan evidence tersebut diperoleh. Contoh portofolio produk adalah portofolio tampilan dan portofolio dokumentasi.
C.      Fungsi Penilaian Portofolio
Fungsi penilaian portofolio adalah sebagai berikut :
  1. Portofolio sebagai sumber informasi bagi guru dan orang tua untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan kemampuan peserta didik, tanggung jawab dalam belajar, perluasan dimensi belajar, dan pembaruan proses pembelajaran.
  2. Portofolio sebagai alat pengajaran merupakan komponen kurikulum, karena portofolio mengharuskan peserta didik untuk mengkoleksi dan menunjukan hasil kerja mereka.
  3. Portofolio sebagai alat penilaian otentik (authentic assessment).
  4. Portofolio sebagai sumber informasi bagi peserta didik untuk melakukan self-assessment.
D.      Tujuan Penilaian Portofolio
Ø Menurut Departemen Pendidikan Nasioanal tahun 2004 dalam buku berjudul Pedoman Penilaian Portofolio:
1)   Penilaian formatif dan diagnostik, untuk memonitor perkembangan siswa dari hari ke hari, berfokus pada proses perkembangan siswa.
2)   Memberikan eviden (bukti) penilaian formal.
3)   Mengikuti perkembangan pekerjaan siswa, berfokus pada proses dan hasil.
4)   Mengoleksi hasil pekerjaan yang telah selesai, berfokus pada penilaian sumatif.
Ø Menurut Dasim penilaian portofolio bertujuan untuk :
1)   Menghargai perkembangan yang di alami siswa
2)   Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung
3)   Member perhatian pada prestasi kerja siswa yang terbaik
4)   Merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimentasi
5)   Meningkatkan efektifitas proses pengajaran
6)   Bertukar informasi dengan orang tua/wali siswa dan guru lainnya.
7)   Membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri positif pada siswa
8)   Meningkatkan kemampuan melakukan refleksi diri, membantu siswa dalam merumuskan tujuan.
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1)   Portofolio dapat di gunakan untuk berbagai keperluan dokumentasi kemajuan siswa selam kurun waktu.
2)   Mengetahui bagian – bagian yang perlu di perbaiki.
3)   Membangkitkan kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar.
4)   Mendorong tanggung jawab siswa untuk belajar.

E.       Prinsip Penilaian Portofolio
Ø Menurut Dasim Budimansyah dalam buku berjudul model pembelajaran portofolio ada beberapa prinsip yang perlu di perhatikan dalam menggunakan portofolio di sekolah yaitu:
1)   Saling percaya (mutual trust) antara guru dan siswa
2)   Kerahasiaan bersama antara guru dan siswa
3)   Milik bersama antara guru dan siswa
4)   Kepuasan
5)   Kesesuaian
6)   Penilaian proses hasil menurut Abdul Majid Proses penilaian portofolio di lakukan beberapa tahap sebagai berikut: koleksi, pengumpulan hasil kerja siswa yang menunjukkan pertumbuhan, kemajuan, hasil belajarnya.
7)   Organisasi : mengorgasinasikan berbagai hasil kerja siswa
8)   Refleksi : merenungkan/memikirkan kembali apa yang telah di koleksi dan di organisasikan.
9)   Penyajian : mempresentasikan hasil kerja siswa . Langkah – langkah penentuan penilaian portofolio. Dalam pemberian skor terhadap kumpulan portofolio siswa, maka ada beberapa langkah yang harus di lakukan guru seperti :
1.    Membuat kerangka konseptual berupa criteria tantang tingkat kualitas yang menggambarkan materi dan proses penampilan yang akan di nilai.
2.    Kembangkan rincian pedoman yang menggambarkan urutan materi dan proses dari awal samapai akhir.
3.    Kembangkan cara pengskoran secara umum yang sesuai dengan pedoman terperinci dan terfokus pada aspek – aspek penting menyangkut materi dan proses untuk di nilai melalui tugas – tugas berbeda ( Abdul Majid,Op.Cit.,h.205)

Ø Prinsip dasar penilaian portofolio
Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1)   Prinsip penilaian proses dan hasil
2)   Prinsip penilaian berkala dan sinambung
3)   Prinsip penilaian yang adil
4)   Prinsip penilaian implementasi sosial belajar
5)   Refleksi bersama
6)   Kerahasiaan bersama
7)   Penciptaan budaya mengajar

F.       Tahap – tahap Asesmen Portofolio
Ø Menurut Anthoni J. Nitko (1996 : 281), ada enam tahap untuk menggunakan sebuah sistem portofolio (six step for crafting s portofolio system), yaitu :
1.    Mengidentifikasi tujuan dan fokus portofolio.
2.    Mengidentifikasi isi materi umum yang akan dinilai.
3.    Mengidentifikasi pengorganisasian portofolio.
4.    Menggunakan portofolio dalam praktik.
5.    Evaluasi pelaksanaan portofolio.
6.    Evaluasi portofolio secara umum.
G.      Kelebihan dan Kekurangan Asesmen Portofolio
Kelebihan:
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1)   Kemampuan belajar siswa dapat terlihat dengan jelas.
2)   Menekankan pada hasil pekerjaan terbaik siswa dapat serta memberikan pengaruh positif dalam belajar.
3)   Membandingkan pekerjaan sekarang dengan yang lalu memberikan motivasi yang lebih besar dari pada membandingkan dengan pekerjaan orang lain.
4)   Siswa di latih untuk menentukan pilihan karya terbaik.
5)   Memberikan kesempatan kepada siswa bekerja sesuai dengan perbedaan individu.
6)   Dapat menjadi alat komunikasi yang jelas tentang kemajuan belajar siswa kepada siswa itu sendiri, orang tua dan pihak yang terkait.
Ø Kelebihan pendekatan portofolio adalah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih banyak terlibat, dan peserta didik sendiri dapat dengan mudah mengontrol sejauhmana perkembangan kemampuan yang telah diperolehnya.
Kelemahan
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1)   Jenis bukti yang di kumpulkan dalam portofolio bergantung pada tujuan penyusunan portofolio itu sendiri.
2)   Untuk mengumpulkan bukti bahwa siswa telah menguasai ketiga kompetensi tersebut, jenis portofolio yang harus di kumpulkan harus mengacu pada ketiga kompetensi tersebut.

H.      Langkah penerapan asesmen portofolio
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, dan Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1)   Tahap persiapan yang meliputi:
a.    Menentukan jenis portofolio yang akan di kembangkan
b.    Menentukan tujuan penyususnan portofolio
c.    Memilih kategori – kategori pekerjaan yang akan di masukkan portofolio
d.   Meminta siswa untuk memilih tugas – tugas yang akan di masukkan dalam portofolio
e.    Guru mengembangkan rubrik untuk menyekor untuk pekerjaan siswa. Rubrik merupakan kriteria penilaian yang menjadi patokan dalam menentukan kualitas portofolio. Rubrik dapat di sepakati bersama oleh guru dan siswa.
2)   Mengatur portofolio
3)   Pemberian nilai akhir portofolio
Aspek yang di nilai meliputi pemberian sampul, nama pengembanagn dan perencanaan (siswa dan guru), daftar isi serta refleksi diri

I.         Bentuk Portofolio
Ø Menurut Abdul Majid,Op.Cit.,h.205
Bentuk Arfetak Portofolio
Agama
Kewarganegaraan
1.    Kumpulan Doa
1.    Laporan observasi
2.    Sinopsis bacaan
2.Laporan Penyelidiksn / Penelitian Sederhana
3.    Gambar
3.Puisi
4.    Kaligrafi
4.Karangan ( prosa )
5.    Renungan Tertulis
5.    Naskah Sosiodrama
6.    Puisi


Ø Bentuk – bentuk asesmen portofolio
Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, dan Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1)   Catatan anekdotal yaitu berupa lembaran khusus yang mencatat segala bentuk kejadian mengenai perilaku siswa. Khususnya selama berlangsungnya proses pembelajaran. Lembaran ini memuat identitas yang di amati, waktu pengamatan, dan lembar rekaman kejadiannya.
2)   Ceklis atau daftar cek yaitu daftar yang telah di susun berdasarkan tujuan perkembangan yang hendak di capai siswa.
3)   Skala penilaian yang mencatat isyarat kemajuan perkembangan siswa .
4)   Respon – respon siswa terhadap pertanyaan.
5)   Tes skrining yang berguna untuk mengidentifikasi ketrampilan siswa setelah pengajaran dilakukan. Misalnya siswa setelah pengajaran dilakukan misalnya tes hasil belajar, PR, LKS, Laporan kegiatan lapangan.



DAFTAR PUSTAKA

Anwar Ud, Kasful, Hendra Harmi. 2011. Perencanaan Sistem Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Bandung: Alfabeta
Widodo,Ari dkk. 2007. Pendidikan IPA di SD. Bandung : UPI Press


Tidak ada komentar:

Posting Komentar