“ Asesment Kinerja “
A.
Pengertian Asesmen Kinerja
Ø Penilaian Unjuk Kerja (performance assessment)
atau asesmen kinerja merupakan penilaian dengan berbagai macam tugas dan
situasi dimana peserta tes di minta untuk mendemonstrasikan pemahamannya dan mengaplikasikan
pengetahuan yang mendalam serta ketrampilan dalam berbagai konteks. Mengamati
kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. (Abdul Majid, Op. Cit.,h.200)
Ø Asesmen Kinerja yaitu penilaian terhadap proses
perolehan penerapan pengetahuan dan ketrampilan melalui proses pembelajaran
yang menunujukkan kemampuan siswa dala proses dan produk.(Menurut Dr. Ari
Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd)
B.
Karakteristik dan Kriteria Penilaian Kinerja (performance
assessment)
Ø Karakteristik penilaian
kinerja menurut Norman (dalam Siti Mahmudah, 2000:18) adalah (1) tugas-tugas
yang diberikan lebih realistis atau nyata;
(2) tugas-tugas yang
diberikan lebih kompleks sehingga mendorong siswa untuk berpikir dan ada
kemungkinan mempunyai solusi yang banyak; (3) waktu yang diberikan
untuk asesmen lebih banyak; (4) dalam penilaiannya lebih banyak menggunakan
pertimbangan.
Ø Kriteria Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja
digunakan untuk menilai kemampuan siswa melalui penugasan (task). Dalam menilai kinerja
siswa tersebut, perlu disusun kriteria. Kriteria yang menyeluruh disebut
rubric. Dengan demikian wujud asesmen kinerja yang utama adalah task (tugas) dan rubrics (kriteria penilaian).
Tugas-tugas kinerja digunakan untuk memperlihatkan kemampuan siswa dalam
melakukan suatu keterampilan tentang sesuatu dalam bentuk nyata. Selanjutnya
rubrik digunakan untuk memberikan keterangan tentang hasil yang diperoleh siswa
(Zainul, 2001:9-11).
C.
Pengembangan Asesmen Kinerja
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd,
Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1) Fase satu : mendefinisikan kinerja
Pada
tahap ini di tentukan jenis kinerja apa yang ingin di nilai. Misalnya kemampuan
menggunakan mikroskop dapat di urai menjadi : membawa mikroskop dengan benar,
menggunakan lensa dengan pembesaran kecil terlebih dahulu, mengatur
pencahayaan, memasang preparat, dan memfokuskan bayangan benda.
2) Fase kedua : mendesain latihan – latihan
kinerja
Setelah
kinerja yang akan di nilai di tentukan tahap berikutnya adalah menyediakan
pembelajaran yang memungkinkan aspek kinerja yang akan di nilai dapat muncul.
Misalnya guru akan menilai kemampuan menggunakan mikroskop , maka KMB yang di
persiapkan adalah praktikum dengan menggunakan mikroskop.
3) Fase ketiga : melakukan penskoran dan perekaman
/ pencatatan hasil.
D.
Prinsip Asesmen Kinerja
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri
Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1) Lebih di tekankan pada proses ketrampilan dan
kecakapan dalam menyelesaikan tugas yang di berikan.
E.
Langkah – langkah dari Asesmen Kinerja
Ø Menurut Departement Pendidikan Nasional tahun
2004 dalam buku berjudul Pedoman Penilaian Kinerja bahwa langkah – langkah
asesmen kinerja sebagai berikut :
1) Mengidentifikasi terhadap langkah – langkah
yang penting yang di perlukan akan mempengaruhi hasil akhir ( output ).
2) Menuliskan perilaku kemampuan spesifik yang
penting dan di perlukan untuk menyelesaikan tugas akhir ( output ).
3) Membuat kriteria – kriteria kemampuan yang
dapat di ukur selama kegiatan belajar berlangsung, tetapi tidak terlalu banyak.
4) Urutkan kriteria kemampuan yang akan di ukur
berdasarkan urutan yang dapat di amati.
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri
Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd cara melaksanakan asesmen kinerja, dapat
di kelompokkan sebagai berikut :
1) Asesmen kinerja klasikal di gunakan untuk
mengakses kinerja siswa secara keseluruhan dalam satu kelas.
2) Asesmen kinerja kelompok untuk mengakses
kinerja siswa secara berkelompok.
3) Asesmen kinerja individu untuk mengakses
kinerja siswa secara individu.
F.
Teknik Asesmen Kinerja
Penilaian
unjuk kerja atau asesmen kinerja dapat di lakukan dengan menggunakan daftar cek
(ya-tidak/benar-salah). Penilaian unjuk kerja atau asesmen kinerja yang
menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat nilai bila criteria penguasaan
kompetensi tertentu dapat di amati oleh penilai. Penilaian unjuk kerja bisa
menggunakan angka 1 – 10. Bila kinerja yang di harapkan dapat di lakukan oleh
siswa maka guru dapat melingkari angka 10. Jika siswa tidak melakukan kegiatan
secara sempurna, maka guru bisa saja melingkari angka di bawah 10.
G.
Kelebihan & Kekurangan Asesmen Kinerja
Kelebihan
:
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri
Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1) Melibatkan aktivitas siswa yang membutuhkan
unjuk ketrampilan tertentu dan atau pencipta hasil yang telah di tentukan.
2) Tidak hanya bergantung pada jawaban benar /
salah. Guru dalam rangka melakukan pertimbangan – pertimbangan subyektif
berkenaan dengan level prestasi yang di capai siswa.
3) Asesmen ini semata – mata merupakan alat yang
memberikan cara – cara efisisen dan efektif untuk menilai beberapa ( bukan
keseluruhan ) hasil – hasil dari proses pendidikan yang di pandang berguna.
Kekurangan
:
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri
Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1) Memungkinkan guru mengamati siswa saat siswa
sedang bekerja atau melakukan tugas belajar.
2) Guru dapat menguji hasil – hasil yang dapat di
capai, serta menilai (judge) tingkat penguasaan / kecakapan yang di capai
siswa.
3) Asesmen kinerja bersifat lugas ( fleksibilitas
) dalam mengembangkan bagian – bagiannya, tetapi ada yang perlu di perhatikan
yaitu ketika meninjau faktor – faktor konteks dalam rangka pengambilan
keputusan tentang kapan mengadopsi metoda – metoda asesmen kinerja.
4) Penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak
misalnya benar – salah, dapat di amati – tidak dapat di amati.
H.
Contoh Asesment Kinerja
Penilaian
ini cocok di gunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut
peserta didik melakukan tugas tertentu seperti : praktik di laboratorium, praktik
shalat, haji, eudhu, imam, azan, bermain peran, dan lain sebagainya. (Abdul
Majid, Op. Cit.,h.200)
Contoh
penilaian Lembaran Kinerja Shalat
No
|
Kriteria Unjuk Kerja
|
Kemunculan Kriteria
|
|
Benar
|
Salah
|
||
1
|
Niat Shalat
|
||
2
|
Gerakan Shalat
|
||
3
|
Bacaan Shalat
|
||
4
|
Rukun Shalat
|
||
Contoh Lembaran Penilaian Kinerja Memandikan Jenazah
No
|
Kriteria
Unjuk Kerja
|
Kemunculan
Kriteria
|
|
Ya
|
Tidak
|
||
1
|
Di mandikan
oleh muhrim/sejenis
|
||
2
|
Memandikan di
tempat yang tertutup
|
||
3
|
Membersihkan
seluruh kotoran
|
||
4
|
Memandikan
dengan air yang suci
|
||
5
|
Mendahulukan
yang kanan
|
||
6
|
Menggosok
tempet – tempat yang sulit
|
||
7
|
Mewudhukan
|
||
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri
Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd
Penilian ini cocok di gunakan untuk menggambarkan proses,
kegiatan atau unjuk kerja. Proses , kegiatan atau unjuk kerja di nilai melalui
pengamatan terhadap siswa ketika melakukannya.
“ Asesmen
Portofolio “
A.
Pengertian
Asesmen Portofolio
Ø Portofolio
merupakan kumpulan hasil kerja siswa. Hasil kerja itu sering disebut artefak.
Artefak – artefak itu di hasilkan dari pengalaman belajar atau proses
pembelajaran siswa dalam periode waktu tertentu. Artefak – artefak itu di
seleksi dan di susun menjadi satu porto-folio. (Menurut Departemen Pendidikan
Nasional tahun 2004 dalam buku berjudul Pedoman Penilaian Portofolio)
Ø Portofolio
atau berkas pilihan yang dapat memberikan informasi bagi suatu penilaian.
Dengan kata lain portofolio adalah suatu koleksi pribadi hasil pekerjaan
seorang siswa (bersifat individual) yang menggambarkan (merefleksi) taraf
pencapaian, kegiatan belajar, kekuatan, dan pekerjaan terbaik siswa tersebut
(Menurut Abdul Majid,Op.Cit.,h.201 ).
Ø Asesmen portofolio merupakan asesmen otentik
yang menggambarkan kemajuan belajara siswa dengan bukti – bukti yang di seleksi
bersama oleh siswa dan guru. Bukti – bukti yang di kumpulkan dalam portofolio
merupakan hasil seleksi bersama antara siswa dan guru yang di anggap karya
terbaik dan berarti bagi siswa. (Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri
Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd)
B.
Jenis
Penilaian Portofolio
Ø Menurut Cole, Ryan, and Kick (1995)
portofolio dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
1.
Portofolio proses, yaitu jenis portofolio yang menunjukan
tahapan belajar dan menyajikan catatan perkembangan peserta didik dari waktu ke
waktu. Portofolio proses menunjukan kegiatan pembelajaran untuk mecapai standar
kompetensi, kompetensi dasar, dan sekumpulan indikator yang dituntut oleh
kurikulum, serta menunjukan semua hasil dari awal sampai akhir dalam kurun
waktu tertentu.
2.
Protofolio produk, yaitu jenis penilaian portofolio yang
hanya menekankan pada penguasaan (materi) dari tugas yang dituntut dalam
standar kompetensi, kompetensi dasar, dan sekumpulan indikator pencapaian hasil
belajar, serta hanya menunjukan evidence yang paling baik, tanpa
memperhatikan bagaimana dan kapan evidence tersebut diperoleh. Contoh
portofolio produk adalah portofolio tampilan dan portofolio dokumentasi.
C.
Fungsi
Penilaian Portofolio
Fungsi penilaian portofolio adalah
sebagai berikut :
- Portofolio sebagai sumber informasi bagi guru dan orang tua untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan kemampuan peserta didik, tanggung jawab dalam belajar, perluasan dimensi belajar, dan pembaruan proses pembelajaran.
- Portofolio sebagai alat pengajaran merupakan komponen kurikulum, karena portofolio mengharuskan peserta didik untuk mengkoleksi dan menunjukan hasil kerja mereka.
- Portofolio sebagai alat penilaian otentik (authentic assessment).
- Portofolio sebagai sumber informasi bagi peserta didik untuk melakukan self-assessment.
D.
Tujuan
Penilaian Portofolio
Ø Menurut
Departemen Pendidikan Nasioanal tahun 2004 dalam buku berjudul Pedoman
Penilaian Portofolio:
1) Penilaian
formatif dan diagnostik, untuk memonitor perkembangan siswa dari hari ke hari,
berfokus pada proses perkembangan siswa.
2) Memberikan
eviden (bukti) penilaian formal.
3) Mengikuti
perkembangan pekerjaan siswa, berfokus pada proses dan hasil.
4) Mengoleksi
hasil pekerjaan yang telah selesai, berfokus pada penilaian sumatif.
Ø Menurut
Dasim penilaian portofolio bertujuan untuk :
1) Menghargai
perkembangan yang di alami siswa
2) Mendokumentasikan
proses pembelajaran yang berlangsung
3) Member
perhatian pada prestasi kerja siswa yang terbaik
4) Merefleksikan
kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimentasi
5) Meningkatkan
efektifitas proses pengajaran
6) Bertukar
informasi dengan orang tua/wali siswa dan guru lainnya.
7) Membina
dan mempercepat pertumbuhan konsep diri positif pada siswa
8) Meningkatkan
kemampuan melakukan refleksi diri, membantu siswa dalam merumuskan tujuan.
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri
Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1) Portofolio dapat di gunakan untuk berbagai
keperluan dokumentasi kemajuan siswa selam kurun waktu.
2) Mengetahui bagian – bagian yang perlu di
perbaiki.
3) Membangkitkan kepercayaan diri dan motivasi
untuk belajar.
4) Mendorong tanggung jawab siswa untuk belajar.
E.
Prinsip
Penilaian Portofolio
Ø Menurut
Dasim Budimansyah dalam buku berjudul model pembelajaran portofolio ada
beberapa prinsip yang perlu di perhatikan dalam menggunakan portofolio di sekolah
yaitu:
1) Saling
percaya (mutual trust) antara guru dan siswa
2) Kerahasiaan
bersama antara guru dan siswa
3) Milik
bersama antara guru dan siswa
4) Kepuasan
5) Kesesuaian
6) Penilaian
proses hasil menurut Abdul Majid Proses penilaian portofolio di lakukan
beberapa tahap sebagai berikut: koleksi, pengumpulan hasil kerja siswa yang
menunjukkan pertumbuhan, kemajuan, hasil belajarnya.
7) Organisasi
: mengorgasinasikan berbagai hasil kerja siswa
8) Refleksi
: merenungkan/memikirkan kembali apa yang telah di koleksi dan di organisasikan.
9) Penyajian
: mempresentasikan hasil kerja siswa . Langkah – langkah penentuan penilaian
portofolio. Dalam pemberian skor terhadap kumpulan portofolio siswa, maka ada
beberapa langkah yang harus di lakukan guru seperti :
1. Membuat
kerangka konseptual berupa criteria tantang tingkat kualitas yang menggambarkan
materi dan proses penampilan yang akan di nilai.
2. Kembangkan
rincian pedoman yang menggambarkan urutan materi dan proses dari awal samapai
akhir.
3. Kembangkan
cara pengskoran secara umum yang sesuai dengan pedoman terperinci dan terfokus
pada aspek – aspek penting menyangkut materi dan proses untuk di nilai melalui
tugas – tugas berbeda ( Abdul Majid,Op.Cit.,h.205)
Ø Prinsip dasar penilaian portofolio
Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd
sebagai berikut :
1) Prinsip
penilaian proses dan hasil
2) Prinsip
penilaian berkala dan sinambung
3) Prinsip
penilaian yang adil
4) Prinsip
penilaian implementasi sosial belajar
5) Refleksi
bersama
6) Kerahasiaan
bersama
7) Penciptaan
budaya mengajar
F.
Tahap
– tahap Asesmen Portofolio
Ø Menurut Anthoni J. Nitko (1996 :
281), ada enam tahap untuk menggunakan sebuah sistem portofolio (six step
for crafting s portofolio system), yaitu :
1.
Mengidentifikasi tujuan dan fokus portofolio.
2.
Mengidentifikasi isi materi umum yang akan dinilai.
3.
Mengidentifikasi pengorganisasian portofolio.
4.
Menggunakan portofolio dalam praktik.
5.
Evaluasi pelaksanaan portofolio.
6.
Evaluasi portofolio secara umum.
G.
Kelebihan
dan Kekurangan Asesmen Portofolio
Kelebihan:
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri
Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1) Kemampuan
belajar siswa dapat terlihat dengan jelas.
2) Menekankan
pada hasil pekerjaan terbaik siswa dapat serta memberikan pengaruh positif
dalam belajar.
3) Membandingkan
pekerjaan sekarang dengan yang lalu memberikan motivasi yang lebih besar dari
pada membandingkan dengan pekerjaan orang lain.
4) Siswa
di latih untuk menentukan pilihan karya terbaik.
5) Memberikan
kesempatan kepada siswa bekerja sesuai dengan perbedaan individu.
6) Dapat
menjadi alat komunikasi yang jelas tentang kemajuan belajar siswa kepada siswa
itu sendiri, orang tua dan pihak yang terkait.
Ø Kelebihan pendekatan portofolio
adalah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih banyak terlibat,
dan peserta didik sendiri dapat dengan mudah mengontrol sejauhmana perkembangan
kemampuan yang telah diperolehnya.
Kelemahan
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri
Wuryastuti,M.Pd, Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1) Jenis
bukti yang di kumpulkan dalam portofolio bergantung pada tujuan penyusunan
portofolio itu sendiri.
2) Untuk
mengumpulkan bukti bahwa siswa telah menguasai ketiga kompetensi tersebut,
jenis portofolio yang harus di kumpulkan harus mengacu pada ketiga kompetensi
tersebut.
H.
Langkah
penerapan asesmen portofolio
Ø Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri
Wuryastuti,M.Pd, dan Dra. Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1) Tahap
persiapan yang meliputi:
a. Menentukan
jenis portofolio yang akan di kembangkan
b. Menentukan
tujuan penyususnan portofolio
c. Memilih
kategori – kategori pekerjaan yang akan di masukkan portofolio
d. Meminta
siswa untuk memilih tugas – tugas yang akan di masukkan dalam portofolio
e. Guru
mengembangkan rubrik untuk menyekor untuk pekerjaan siswa. Rubrik merupakan
kriteria penilaian yang menjadi patokan dalam menentukan kualitas portofolio.
Rubrik dapat di sepakati bersama oleh guru dan siswa.
2) Mengatur
portofolio
3) Pemberian
nilai akhir portofolio
Aspek yang di nilai
meliputi pemberian sampul, nama pengembanagn dan perencanaan (siswa dan guru),
daftar isi serta refleksi diri
I.
Bentuk
Portofolio
Ø Menurut
Abdul Majid,Op.Cit.,h.205
Bentuk
Arfetak Portofolio
Agama
|
Kewarganegaraan
|
1. Kumpulan
Doa
|
1. Laporan
observasi
|
2. Sinopsis
bacaan
|
2.Laporan
Penyelidiksn / Penelitian Sederhana
|
3. Gambar
|
3.Puisi
|
4. Kaligrafi
|
4.Karangan ( prosa )
|
5. Renungan
Tertulis
|
5. Naskah
Sosiodrama
|
6. Puisi
|
Ø Bentuk – bentuk asesmen portofolio
Menurut Dr. Ari Widodo, Dra. Sri Wuryastuti,M.Pd, dan Dra.
Margaretha,M.Pd sebagai berikut :
1) Catatan
anekdotal yaitu berupa lembaran khusus yang mencatat segala bentuk kejadian
mengenai perilaku siswa. Khususnya selama berlangsungnya proses pembelajaran.
Lembaran ini memuat identitas yang di amati, waktu pengamatan, dan lembar
rekaman kejadiannya.
2) Ceklis
atau daftar cek yaitu daftar yang telah di susun berdasarkan tujuan
perkembangan yang hendak di capai siswa.
3) Skala
penilaian yang mencatat isyarat kemajuan perkembangan siswa .
4) Respon
– respon siswa terhadap pertanyaan.
5) Tes
skrining yang berguna untuk mengidentifikasi ketrampilan siswa setelah
pengajaran dilakukan. Misalnya siswa setelah pengajaran dilakukan misalnya tes
hasil belajar, PR, LKS, Laporan kegiatan lapangan.
DAFTAR
PUSTAKA
Anwar
Ud, Kasful, Hendra Harmi. 2011. Perencanaan
Sistem Pembelajaran Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).Bandung:
Alfabeta
Widodo,Ari
dkk. 2007. Pendidikan IPA di SD. Bandung : UPI Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar