Disusun oleh :
Nia Oktaviani dari SD Negeri Tamansari
02 CGP Angkatan 4 Kab. Pati
1. Bagaimana pandangan Ki Hajar
Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana
sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?
Dalam mengambil sebuah keputusan
sebagai seorang pemimpin pembelajaran adalah ketika dihadapkan dengan dilema etika
dan bujukan moral maka kita harus memiliki kompetensi da peran filosofi Pratap
Triloka dari Ki Hajar Dewantara dengan menjadi teladan yang positif,
memotivasi, memfasilitasi, dan mampu membentuk karakter positif bagi murid
untuk mewujudkan profil pelajar pancasila serta menggunakan langkah pengujian
dan pengambilan keputusan yang tepat.
2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam
dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam
pengambilan suatu keputusan?
Berpengaruh pada prinsip-prinsip
dalam pengujian dan pengambilan keputusan. Terdapat tiga prinsip yaitu berpikir
berbasis hasil akhir atau ends-based thinking,
berpikir berbasis peraturan atau rule
based thinking dan berpikir berbasis rasa peduli atau care based thinking. Dalam memberikan pelayanan dan pembelajaran kepada
murid harus memiliki rasa empati agar bersemangat dan berminat itu termasuk berpikir
berbasis rasa peduli atau care based
thinking.
3. Bagaimana kegiatan terbimbing yang
kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan
'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam
perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan
keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah
efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan
keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang
telah dibahas pada modul 2 sebelumnya?
Pengambilan keputusan dalam kegiatan
coaching sangat efektif karena cara berkomunikasi yang memberdayakan atau
asertif, menggunakan teknik mindfullnes, dan coaching model TIRTA. Kegiatan coaching
dapat dilakukan dengan murid atau rekan sejawat dalam komunitas praktisi di
sekolah dengan cara coache menggali permasalahan coachee dan coachee akan
menemukan penyelesaian permasalahannya. Cara pengambilan keputusan ketika
dihadapkan pada dilema etika dan bujukan moral dengan menerapkan 4 paradigma, 3
prinsip dan 9 langkah dalam pengujian dan pengambilan keputusan bersama murid
atau komunitas praktisi di sekolah.
4. Bagaimana kemampuan guru dalam
mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap
pengambilan keputusan?
Dalam mengelola dan menyadari aspek
sosial dan emosional memerlukan teknik mindfullnes atau kesadaran penuh yang
terdapat pada nilai-nilai kebajikan untuk mengambil keputusan. Nilai – nilai kebajikan
yang tidak bertentangan dengan dilema etika dan bujukan moral.
5. Bagaimana pembahasan studi kasus
yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut
seorang pendidik?
Saat seorang pendidik dihadapkan
pada situasi dilema etika atau bujukan moral yang terjadi pada murid atau rekan
sejawat di sekolah maka penyelesaian yang dilakukan menggunakan teknik 4
paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah dalam pengujian dan pengambilan keputusan.
6. Bagaimana pengambilan keputusan yang
tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif,
aman dan nyaman?
Dalam mengambil keputusan yang tepat
sangat bermanfaat bagi perkembangan organisasi atau satuan pendidikan ke arah yang
lebih baik untuk mewujudkan visi dan misi yang di harapkan. Namun saat
pengambilan keputusan kurang tepat maka akan berdampak bagi organisasi atau
satuan pendidikan juga. Maka dalam mengambil keputusan sebaiknya menggunakan paradigma,
prinsip dan langkah pengujian dan pengambilan keputusan.
7. Selanjutnya, apakah
kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk
menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini?h ini
kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?
Kesulitan yang dihadapi apabila belum
menemukan kekompakan dalam mengambil keputusan. Perubahan paradigma memerlukan
proses misalnya mengadakan sosialisasi agar lingkungan memiliki pemahaman baru
dan mampu beradaptasi dengan adanya perubahan. Pengambilan keputusan dengan adanya
perubahan perlu dilakukan agar menjadi budaya positif di lingkungan tersebut.
8. Dan pada akhirnya, apakah pengaruh
pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan
murid-murid kita?
Sangat berpengaruh, karena pemimpin
pembelajaran harus melakukan perubahan yang berpihak pada murid sehingga dalam
mengambil keputusan dapat memfasilitasi dan memerdekakan murid dalam kegiatan belajar
mengajar di sekolah.
9. Bagaimana seorang pemimpin
pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa
depan murid-muridnya?
Seorang pemimpin pembelajaran harus
memberikan pelayanan kepada murid untuk melakukan rencana jangka panjang yang
akan dihadapi sehingga kita harus memotivasi dan memberikan semangat serta
coach yang berpengarus baik agar murid mampu mengambil keputusan.
10. Apakah kesimpulan akhir yang dapat
Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan
modul-modul sebelumnya?
Terdapat keterkaitan dengan modul sebelumnya
yaitu seorang pemimpin pembelajaran bagi murid diharapkan mampu memiliki sikap
pratap triloka untuk membantu murid dalam perkembangan dilingkungan. Selain itu
memiliki kemampuan mengambil keputusan berdasarkan teknik 4 paradigma, 3
prinsip dan 9 langkah dalam pengujian dan pengambilan keputusan yang
memberikan dampak positif bagi murid dan sekolah.