Rabu, 25 Mei 2022

3.1.a.9. Koneksi Antar Materi

 

3.1.a.9. Koneksi Antar Materi

Disusun oleh :

Nia Oktaviani dari SD Negeri Tamansari 02 CGP Angkatan 4 Kab. Pati

 

1.   Bagaimana pandangan Ki Hajar Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?

Dalam mengambil sebuah keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran adalah ketika dihadapkan dengan dilema etika dan bujukan moral maka kita harus memiliki kompetensi da peran filosofi Pratap Triloka dari Ki Hajar Dewantara dengan menjadi teladan yang positif, memotivasi, memfasilitasi, dan mampu membentuk karakter positif bagi murid untuk mewujudkan profil pelajar pancasila serta menggunakan langkah pengujian dan pengambilan keputusan yang tepat.

2.   Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Berpengaruh pada prinsip-prinsip dalam pengujian dan pengambilan keputusan. Terdapat tiga prinsip yaitu berpikir berbasis hasil akhir atau ends-based thinking, berpikir berbasis peraturan atau rule based thinking dan berpikir berbasis rasa peduli atau care based thinking. Dalam memberikan pelayanan dan pembelajaran kepada murid harus memiliki rasa empati agar bersemangat dan berminat itu termasuk berpikir berbasis rasa peduli atau care based thinking.

3.   Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching' (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada modul 2 sebelumnya?

Pengambilan keputusan dalam kegiatan coaching sangat efektif karena cara berkomunikasi yang memberdayakan atau asertif, menggunakan teknik mindfullnes, dan coaching model TIRTA. Kegiatan coaching dapat dilakukan dengan murid atau rekan sejawat dalam komunitas praktisi di sekolah dengan cara coache menggali permasalahan coachee dan coachee akan menemukan penyelesaian permasalahannya. Cara pengambilan keputusan ketika dihadapkan pada dilema etika dan bujukan moral dengan menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah dalam pengujian dan pengambilan keputusan bersama murid atau komunitas praktisi di sekolah.

4.   Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan?

Dalam mengelola dan menyadari aspek sosial dan emosional memerlukan teknik mindfullnes atau kesadaran penuh yang terdapat pada nilai-nilai kebajikan untuk mengambil keputusan. Nilai – nilai kebajikan yang tidak bertentangan dengan dilema etika dan bujukan moral.

5.   Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Saat seorang pendidik dihadapkan pada situasi dilema etika atau bujukan moral yang terjadi pada murid atau rekan sejawat di sekolah maka penyelesaian yang dilakukan menggunakan teknik 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah dalam pengujian dan pengambilan keputusan.  

6.   Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman?

Dalam mengambil keputusan yang tepat sangat bermanfaat bagi perkembangan organisasi atau satuan pendidikan ke arah yang lebih baik untuk mewujudkan visi dan misi yang di harapkan. Namun saat pengambilan keputusan kurang tepat maka akan berdampak bagi organisasi atau satuan pendidikan juga. Maka dalam mengambil keputusan sebaiknya menggunakan paradigma, prinsip dan langkah pengujian dan pengambilan keputusan.    

7.   Selanjutnya, apakah kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini?h ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Kesulitan yang dihadapi apabila belum menemukan kekompakan dalam mengambil keputusan. Perubahan paradigma memerlukan proses misalnya mengadakan sosialisasi agar lingkungan memiliki pemahaman baru dan mampu beradaptasi dengan adanya perubahan. Pengambilan keputusan dengan adanya perubahan perlu dilakukan agar menjadi budaya positif di lingkungan tersebut.

8.   Dan pada akhirnya, apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita?

Sangat berpengaruh, karena pemimpin pembelajaran harus melakukan perubahan yang berpihak pada murid sehingga dalam mengambil keputusan dapat memfasilitasi dan memerdekakan murid dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.  

9. Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Seorang pemimpin pembelajaran harus memberikan pelayanan kepada murid untuk melakukan rencana jangka panjang yang akan dihadapi sehingga kita harus memotivasi dan memberikan semangat serta coach yang berpengarus baik agar murid mampu mengambil keputusan.

10. Apakah kesimpulan akhir yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?

Terdapat keterkaitan dengan modul sebelumnya yaitu seorang pemimpin pembelajaran bagi murid diharapkan mampu memiliki sikap pratap triloka untuk membantu murid dalam perkembangan dilingkungan. Selain itu memiliki kemampuan mengambil keputusan berdasarkan teknik 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah dalam pengujian dan pengambilan keputusan yang memberikan dampak positif bagi murid dan sekolah.